28.5 C
Sampang
Kamis, Januari 22, 2026

Buy now

spot_img

Menelusuri Jejak Intelektual Madura: Peran Dr. Muqoffi di Workshop Naskah Kuno Nusantara

Sampang — Dr. Muqoffi, M.Pd., Ketua LP2M IAI Nata Sampang, dipercaya sebagai pemateri dalam Workshop Naskah Kuno Nusantara yang digelar oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Sampang pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Santo Merto ini diikuti peserta dari berbagai pondok pesantren di wilayah Sampang.

Workshop Naskah Kuno Perpusda Sampang
Workshop Naskah Kuno Perpusda Sampang

Selain Dr. Muqoffi, acara ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya yaitu Prof. Dr. K.H. Ahmad Baso, MA., dan Muhammad Masrullah, Lc., MA., M.Phil., yang turut memperkuat pelaksanaan workshop dalam bidang filologi dan kajian naskah kuno Nusantara.

Workshop ini menjadi bagian dari program baru yang diinisiasi pemerintah daerah untuk menyelamatkan serta melestarikan naskah-naskah kuno yang tersebar di Kabupaten Sampang. Langkah tersebut dinilai strategis dalam menjaga warisan intelektual para ulama dan tokoh lokal yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan tradisi keilmuan Islam di Madura.

Untuk mendukung efektivitas program, panitia juga melibatkan sejumlah pesantren di Sampang. Keterlibatan pesantren dianggap sangat vital mengingat banyak manuskrip klasik tersimpan di lingkungan pesantren dan telah diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari tradisi keilmuan Islam.

Dalam pemaparannya, Dr. Muqoffi menjelaskan proses identifikasi naskah berbahasa Arab melalui analisis substansi isi, struktur penulisan, karakteristik bahasa, serta validitas data yang tercantum dalam manuskrip. Proses ini dilakukan untuk menentukan kelayakan suatu manuskrip menjadi rujukan ilmiah maupun keagamaan, khususnya di bidang fikih, tasawuf, akidah, serta pedoman amaliyah masyarakat.

Melalui kajian naskah kuno tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami mazhab dan manhaj para leluhur Sampang yang selama ini menjadi fondasi pembentukan karakter keagamaan masyarakat. Naskah-naskah lama tersebut menyimpan jejak pemikiran, metode pembelajaran, hingga praktik keagamaan yang telah menjadi pedoman hidup masyarakat setempat selama berabad-abad.

Program pelestarian ini tidak hanya berfokus pada penyelamatan fisik manuskrip, tetapi juga pada upaya menghidupkan kembali nilai, ajaran, dan khazanah keilmuan yang terkandung di dalamnya. Melalui workshop ini, diharapkan identitas intelektual lokal semakin kuat, sekaligus memastikan warisan para ulama tetap relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan modern.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles